Jumat, 07 Januari 2011

‘Kembaran’ Kaka menuju Juventus


Lucas Piazon
Lucas Piazon menuju Turin
Juventus kembali mencoba peruntungan merekrut pemain asal Brasil. Kali ini yang dibidik adalah talenta muda Sao Paolo, Lucas Piazon.
Pemain 16 tahun itu digadang-gadang sebagai salah satu bakat paling menjanjikan di Amerika Selatan. Skill yang dimilikinya bahkan disetarakan dengan gelandang andalan Timnas Brasil, Ricardo Kaka.
Meskipun banyak klub yang kini mengincar jasa Piazon, agen FIFA, Sabatino Durante menyatakan kalau Bianconeri punya kans paling besar memboyong pemuda berdarah Italia.
“Juventus hampir merampungkan kesepakatan untuk Piazon. Namun dia tidak bisa hijrah karena belum 18 tahun (sesuai regulasi transfer Brasil),” ujar Durante seperti dikutip Football Italia, Kamis (6/1/2011).
“Tidak perlu cemas, Piazon segera genap 17 tahun. Dia akan memegang paspor Italia karena lahir dari keluarga asal Venezia. Kemungkinan besar dia akan bergabung dengan Juventus pada Juni mendatang,” sambungnya.
Durante pun sangat mendukung keputusan Juventus. Dia yakin Piazon bisa memberikan kontribusi besar buat skuad besutan Luigi Del Neri nantinya.
“Piazon memiliki bakat fantastis. Bakat seperti dia hanya muncul setiap setengah abad sekali. Saya percaya dia bisa sukses jika bermain di Eropa,” puji Durante.


Roma geser Juve, Lazio imbang


Roma
Roma menang telak, geser Juve (AP)
Lazio hanya mampu bermain imbang 0-0 saat bertandang ke markas Genoa. Sementara AS Roma memetik kemenangan 4-2 dalam laga kandang melawan Catania.
Berlaga di Stadion Luigi Ferraris, Kamis (6/1/2011), Lazio mampu tampil dominan. Menurut statistik Soccernet, Biancoceleste menguasai permainan dengan perbandingan 56:44.
Namun karena kurang tenang dalam penyelesaian akhir, pasukan Edy Reja gagal memaksimalkan banyaknya peluang yang mereka miliki. Dari 13 tembakan yang mereka lepaskan, hanya dua yang mengarah ke gawang Genoa.
Sementara Genoa juga gagal memanfaatkan sejumlah kesempatan. Dari 12 tembakan, hanya dua tendangan Bosko Jankovic yang mengarah ke gawang.
Hingga laga berakhir, tak ada gol yang tercipta dalam laga ini.
Satu angka yang didapat di kandang Genoa ini membuat Lazio masih duduk di peringkat kedua klasemen sementara Seri A dengan koleksi 34 poin dari 18 laga. Mereka tertinggal lima poin dari AC Milan yang menghuni posisi puncak. Sementara Genoa di peringkat 10 dengan 22 poin.
Roma tekuk Catania, geser Juve
Sementara rival sekota Lazio, AS Roma, sukses memaksimalkan laga kandangnya melawan Catania. Pasukan Claudio Ranieri mengakhiri laga dengan kemenangan 4-2.
Dalam laga yang digelar di Stadion Olimpico, Kamis (6/1/2011) ini, gol-gol Roma disumbangkan oleh Marco Borriello dan Mirko Vucinic yang sama-sama menyumbangkan dua gol. Sementara gol tim tamu dibuat oleh Matias Auguste Silvestre dan Maxi Lopez.
Roma membuka skor di menit kelima. Tembakan kaki kiri Borriello dari dalam kotak penalti merobek gawang Catania yang dikawal Mariano Andujar.
Catania berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-29. Silvestre sukses memaksimalkan umpan Cristian Llama. Sundulan pemain Argentina ini tak mampu dihalau oleh Julio Sergio. Roma 1 Catania 1.
Tim tamu membalikkan keadaan di menit ke-38. Sepakan Maxi Lopez dari dalam kotak penalti kembali menggetarkan gawang Roma. Skor 1-2 untuk Catania bertahan hingga jeda.
Selepas restart, Roma langsung tancap gas. Hasilnya, di menit ke-47, Giallorossi sukses menyamakan kedudukan lewat Borriello. Berawal dari umpan John Arne Riise, sundulan Borriello tak mampu dihentikan Andujar.
Saat laga sepertinya akan berakhir imbang, tim tuan rumah membuat dua gol di menit-menit akhir. Di menit ke-86, tendangan Vucinic dari dalam kotak penalti menghasilkan gol ketiga buat Roma. Dan di masa injury time, pemain asal Montenegro itu sukses memaksimalkan umpan Francesco Totti untuk menjebol gawang Catania.
Kemenangan ini membuat Roma menggusur Juventus dari peringkat keempat klasemen sementara Seri A dengan koleksi 32 angka dari 18 laga. Sementara posisi Catania melorot ke peringkat ke-14 dengan 21 poin.

Selasa, 04 Januari 2011

Komit di Persema, Bachdim pasrah soal Timnas


Irfan Bachdim
Irfan Bachdim di tengah-tengah politisasi Sepakbola Indonesia (Getty Images)
Irfan Bachdim menunjukkan komitmennya pada Persema Malang, klub yang membawanya bermain di Indonesia. Kalaupun dicoret dari tim nasional karena ikut LPI, ia mengaku pasrah.
“Sejak awal saya ingin main di Indonesia. Dan klub yang bisa menerima saya hanya Persema,” demikian Irfan dalam jumpa pers bersama Persema di Malang, Selasa (4/12/2011).
“Saya tidak mau meninggalkan klub ini. Walaupun ada tawaran besar dari beberapa klub, saya cuma ingin tetap bersama Persema,” sambung dia.
Saat disinggung soal kemungkinan dirinya dicoret dari tim nasional termasuk untuk mengikuti SEA Games tahun ni, sebagaimana hal itu dinyatakan PSSI, ia mengaku tidak ingin terlalu mempermasalahkannya.
“Kalau saya tidak masuk timnas karena ikut Persema dan LPI, ya mungkin itu sudah nasib saya harus begitu,” jawab pemain blasteran Indonesia-Belanda berusia 22 tahun itu.
Dalam acara di Balai Kota Malang ini, ratusan Ngalamania (sebutan untuk suporter Persema), juga pelajar sekolah, tampak antusiasi mengikutinya. Mereka kerap bertepuk tangan termasuk ketika Irfan memberi apresiasi pada mereka, “Semua yang pakai kostum putih di sini (kostum kebesaran Persema), itu semua keluarga besar saya.”